Dalammahfuzat (kata mutiara) kita sering mendengar, salamatul insan fi hifdzil lisan yang berarti selamatnya seorang manusia terletak pada menjaga lisannya. Karena sesungguhnya banyak malapetaka yang disebabkan oleh lisan yang tidak terjaga, dan yang paling terbesar adalah menjerumuskan pelakunya kedalam neraka. Salamatulinsan fi hifdzil lisan, selamatnya manusia tergantung bagaimana ia mampu menjaga lisannya. Allah SWT menyeru kepada kita untuk selalu berkata benar, niscaya Allah akan memperbagus amalan kita, mengampuni dosa kita dan menunjukkan kepada kita kemenangan yang besar: tegalSlamete raimu kabeh kuwe tergantung cocotmu dewek#jawaSelamete menungsa kuwe tergantung cangkeme#indonesiaSelamatnya seseorang itu tergantung dari omon Ikhwanakhwat. "salamatul insan fi hifdzil lisan" selamatnya manusia tergantung dari lisannya Lisan adalah sebuah daging yang lunak tidak bertulangtetapi tajam bagaikan pedang Dalam kitab minhutasiah diterangkan rosulullah SAW memberi nasihat kepada Ali, yaa ali maa yakhluqullahu afdholu minal lisan ila akhiri. SalamatulInsan fi Hifdzil "Postingan". Kecenderungan "masyarakat sosmed" sekarang, pada umumnya adalah KAGETAN. Iya, kagetan, karena memang banyak sekali informasi masuk dari mata ke otak yang belum pernah dilihat, diraba diterawang , dan diketahuinya. Nah, tinggal bagaimana menyikapi kebiasaan KAGETAN ini menjadi lebih postif. ZcFFAQe. menjadi orang besar dan terpandang bukan di tentukan oleh jabatan dan seberapa banyak harta yang di miliki tapi lebih kepada bagaimana orang itu bisa lebih menghargai orang yang lebih rendah di bawahnya dan membantu mereka. hidup itu seperti roda,berputar silih berganti,banyak hal dari orang lain yang kadang kita tidak mengerti jangan pernah memandang orang dari sisi luar saja/fisik,cobalah untuk belajar menghargai orang lain jika memang ingin di hargai oleh orang lain. Salamatul Insan Fi Hifdzil Lisan Assalamu'alaikum Dalam kitab Nashoihul Ibad bab 1 makalah ke 15 diterangkan bahwa Abu Bakar Ash Siddiq Radhiallohuanhu menjelaskan tentang firman Allah SWT tentang …“Dzoharol fasada fil barri wal bahri…” Kerusakan di daratan dan dilautan… Beliau berkata dalam tafsirannya ayat tersebut, al – Birru daratan yaitu lisan dan al – bahri lautan adalah hati. Maka apabila telah rusak lisan misal karena sebuah penyebab…”bakat alaihi nufusu” maka menangislah manusia yaitu segala anggota badan bani adam manusia dan apabila hatinya rusak misalkan karena riya… “bakat alaihil malaikat” menangislah para malaikat… Diterangkan oleh ahli hikmah sesungguhnya lisan itu adalah sebuah pengingat bagi seorang hamba…sehingga seseorang tidak akan berbicara kecuali dalam hal perkataan yang di pahami dan baik… Diterangkan pula bahwa sesungguhnya lisan itu berkata dengan setiap bahasa sehingga lisan itu berdzikir lil madzkur…yaitu berdzikir kepada Allah SWT. Begitu pula dengan hati… Hati dinisbahkan dengan al-Bahri lautan karena dalamnya hati serta luasnya hati bagaikan sebuah samudera yang begitu luas dan dalam. Ikhwan akhwat…. “salamatul insan fi hifdzil lisan” selamatnya manusia tergantung dari lisannya… Lisan adalah sebuah daging yang lunak tidak bertulang…tetapi tajam bagaikan pedang… Dalam kitab minhutasiah diterangkan rosulullah SAW memberi nasihat kepada Ali, yaa ali maa yakhluqullahu afdholu minal lisan… ila akhiri. “kenapa Allah menciptkan keutamaan pada lisan, dengan lisan manusia bisa masuk syurga dan dengan lisan pula bisa masuk neraka..naudzubillah…begitu dahsyat nya lisan… Ikhwan akhwat fillah. Begitupun dengan hati…hati adalah raja…jagalah hati kita jangan sampai penyakit-penyakit hati masuk kedalam hati kita seperti ujub, riya, takabur, angkuh, sombong, dengki, hasud, dll. Sebab jika hati kita telah terasuki berbagai penyakit maka diri kita pun akan rusak pula, jauh dari rahmat Allah SWT. Ayyuhal ikhwah…mari kita jaga lisan kita dan hati kita sebaik-baiknya dengan selalu berdzikir dan taqorub mendekatkan diri kepada Allah SWT….semoga Allah SWT. Memberi kita kekuatan dan lindungannya kepada kita…. Amiin.. Wallohua’lam…. Wassalam

salamatul insan fi hifdzil lisan